Mencegah Diabetes Sejak Dini

penurun kolesterol

Penyakit diabetes saat ini sudah menyerang seseorang yang masih berusia muda. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 1 dari 5 penyandang diabetes masih berumur kurang dari 40 tahun dengan jumlah 1.671.000 orang sedangkan penyandang diabetes usia 40-59 tahun berjumlah 4.651.000 orang. Sisanya berumur 60-79 tahun dengan jumlah sekitar 2.000.000 orang.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah diabetes menurut dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD, dari RS Pondok Indah Jakarta.

1. Pencegahan Primer

Yaitu upaya yang ditujukan pada kelompok yang memiliki faktor risiko, yakni mereka yang belum terkena,tetapi berpotensi untuk mendapat DM( Diabetes Mellitus) dan kelompok intoleransi glukosa. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi seperti : Ras dan etnik, riwayat keluarga dengan DM (Diabetes Mellitus), lalu jika berusia lebih dari 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM (Diabetes Mellitus). Kemudian terdapat juga risiko yang bisa dimodifikasi seperti : Kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi ( >140/90mmHg), dan diet tak sehat (unhealthy diet).

2. Pencegahan Sekunder

Upaya untuk mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada penderita yang telah terdiagnosis DM (Diabetes Mellitus), kemudian pengendalian kadar gula sesuai target terapi serta pengendalian faktor risiko penyulit yang lain dengan pemberian pengobatan yang optimal, dapat juga dengan cara melakukan deteksi dini adanya penyulit yang termasuk bagian dari pencegahan sekunder. Tindakan untuk pencegahan sekunder ini dilakukan sejak awal pengelolaan penyakit DM (Diabetes Mellitus).

3. Pencegahan Tersier

Pencegahan ini ditujukan kepada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup, selain itu juga memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan terintegrasi antar disiplin yang terkait (RS rujukan), tidak hanya itu saja kerja sama antara para ahli di berbagai disiplin (jantung, ginjal, mata, saraf, bedah ortopedi, bedah vaskular,radiologi dan lain-lain).

Jenis makanan dan minuman yang harus dihindari adalah minuman yang menaikkan kadar gula darah dan memengaruhi asupan kebutuhan kalori harian. Ini berarti Anda tetap boleh mengonsuminya, tetapi asupannya harus dikurangi dan disesuaikan dengan kebutuhan harian. Berikut jenis makanan dan minuman yang dimaksud:

1. Makanan yang mengandung karbohidrat

Makanan dengan karbohidrat seperti tepung putih, gula putih, dan nasi, pada dasarnya adalah makanan yang dipisahkan serat, vitamin, dan mineral sehat di dalamnya. Jadi, makanan ini lebih dominan dengan kalori yang kadar gulanya tinggi.

Makanan tersebut sangat mudah dicerna oleh tubuh, sehingga kadar gula darah dan insulin melonjak. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan diabetes. Oleh karena itu, Anda harus membatasi konsumsi roti, muffin, kue, kerupuk, donat, dan pasta. Kacang polong, jagung, atau ubi jalar, juga harus Anda perhatikan kandungan karbohidratnya secara keseluruhan untuk menjaga kadar gula darah.

2. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jenuh dan lemak trans tidak sehat bagi tubuh karena meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Lemak tersebut terdapat pada daging olahan yang memiliki kadar natrium dan nirites tinggi. Sementara daging merah mengandung zat besi tinggi yang dapat merusak sel penghasil insulin. Makanan yang digoreng atau dipanggang juga mengandung lemak trans. Hindari konsumsi daging yang berlemak, mentega, keju, dan susu berlemak.

3. Manisan buah kering

Walaupun terbuat dari buah, manisan buah kering seperti kismis bisa menyebabkan gula darah naik dan tidak mencegah rasa lapar. Ini berbeda dengan mengonsumsi buah segar secara langsung. Apalagi manisan buah kering sering ditambahkan dan gula, pengawet, dan pewarna tambahan agar rasanya bertahan lebih lama dan warnanya menarik.

4. Minuman bersoda

Minuman jenis ini berada di posisi teratas dalam daftar minuman yang harus dihindari. Minuman bersoda mengandung tambahan gula sehingga bisa menyebabkan bertambahnya berat badan dan kerusakan pada gigi. Ini bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes jika sering dikonsumsi.

5. Minuman yang dimaniskan dengan gula

Ada banyak minuman yang dimaniskan dengan gula seperti jus, teh, susu, kopi, atau soda. Meskipun sehat, tambahan gula pada minuman tersebut mengandung karbohidrat yang besar. Ini tentu akan memengaruhi gula darah dan meningkatkan risiko berat badan bertambah.

6. Minuman energi

Jenis minuman ini mengandung kafein dan tinggi karbohidrat. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman energi tidak hanya menaikkan kadar gula darah tapi juga bisa menyebabkan resistensi insulin, ini bisa meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, terlalu banyak kafein bisa menyebabkan insomnia dan tekanan darah menjadi naik.

7. Minuman beralkohol

Alkohol sering dikaitkan dengan beberapa risiko penyakit, termasuk diabetes. Orang yang terkena diabetes bila mengonsumsi alkohol akan memperparah kondisinya dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes. Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa pria yang mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Salah satu cara terbaik adalah tetap memperbanyak minum air putih dan membatasi penggunaan gula pada kopi, teh, jus, atau susu. Atau Anda bisa memilih makanan pengganti, misalnya daging tanpa lemak, susu rendah lemak, atau memilih buah yang dikonsumsi langsung bukan buah manisan kemasan.

Namun, tindakan pencegahan bukan hanya dari pilihan makanan saja. Rutin olahraga dan  memeriksa kesehatan ke dokter khususnya untuk mengecek tekanan gula darah juga penting. Tindakan ini bisa menjadi pencegahan dini untuk mengetahui adanya risiko gula darah melonjak naik.